Selasa, 31 Juli 2012

UPT.BBI Propinsi Sumut wilayah Kecamatan Arse Sipirok kembangkan budidaya Buah Naga

Tapsel Sipirok,

Buah Naga telah lama dikenal oleh rakyat Tionghoa kuno sebagai buah yang membawa berkah. karena biasanya buah naga diletakkan diantara patung naga di altar.Oleh karena itu orang Vietnam menyebut buah naga atau dalam bahasa Vietnam disebut dengan nama Thang Loy di Thailand diberi nama Keaw Mang Kheon, dalam istiiah Inggris diberi nama DRAGON FRUIT clan di Indonesia dikenal dengan nama BUM NAGA Sebenarnya tanaman ini bukan tanaman asil daratan Asia, tetapi merupakan tanaman ask Meksiko clan Amerika Selatan bagian utara ( Colombia ). Pada awainya buah naga ini dibawa kekawasan Indocina ( Vietnam ) oleh seorang Perancis sekitar tahun 1870. dari Guyama Amerika Selatan sebagai hiasan sebab sosoknya yang unik dan bunganya yang cantik dan berwarna putih. Baru sekitar tahun 1980 setelah dibawa ke Okinawa Jepang tanaman ini mendunia karena sangat menguntungkan. Pada tahun 1977 buah ini dibawa ke Indonesia clan berhasil disemaikan kemudian dibudidayakan. Buah naga kaya akan vitamin dan mineral dengan kandungan serat cukup banyak sehingga cocok untuk diet.

Beberapa khasiat dari DRAGON FRUIT adalah : Penyeimbang kadar gula,  Pencegah Kolesterol tinggi, Pencegah kanker usus dan untuk Persyaratan Tumbuh ditanam di dataran rendah, pada ketinggian 20 – 500 m diatas permukaan Laut dengan Kondisi tanah yang gembur, porous, banyak mengandung bahan organik clan banyak mengandung unsur hara, pH tanah 5 – 7, Air cukup tersedia, karena tanaman ini peka terhadap kekeringan dan akan membusuk bila kelebihan air Membutuhkan penyinaran cahaya matahari penuh, untuk mempercepat proses pembungaan.Untuk  Persiapan Lahan di perlukan  tiang penopang untuk tegakan tanaman, karena tanaman ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Dapat menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapikan ke tanah sedalam 50 cm. Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi yang berbentulk lingkaran untuk penopang dari cabang tanaman dan sebulan sebelum tanam, terlebih dahulu dibuatkan lobang tanah dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 2000 lubang tanam penyangga. Setiap tiang/pohon penyangga itu dibuat 3 – 4 Lubang tanarn dengan jarak sekitar 30 cm dari tian penyangga. Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang yang masak sebanyak 5 – 10 kg dicampur dengan tanah. .

Persiapan bibit dan penanaman Buah naga dapat diperbanyak dengan cara, Stek dan Biji dan  Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir clan pupuk kandang  dengan perbandingan 1 : 1 : 1, setelah bibit berumur ? 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan. Panen dicapai setelah tanaman umur 1,5 – 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan pada buah yang memiliki ciri – ciri warna kulit merah mengkilap, jumbai / sisik berubah warna dari hijau menjadi kernerahan. Pemanenan dilakulkan dengan menggunakan gunting, buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung sejak bunga mekar dalam 2 tahun pertama. setiap tiang penyangga mampu menghasilkan buah 8 s / d 10 buah naga dengan bobot sekitar antara 400 – 650 gram sementara umur produktif tanaman buah naga ini berkisar antara 15 – 20 tahun.

Hal itu di jelaskan oleh Pelaksana Ka.UPT.BBI Propinsi Sumut wilayah Kecamatan Arse Sipirok,Bahruddin Siregar kepada wartawan dimana saat ini pihaknya tengah bekerja keras membudidayakan Buah naga di tanah sekitar perkantoran sebanyak 1000 batang. Harga di pasaran per kilonya cukup lumayan dari Rp 25.000 samapi dengan Rp 40.000 / kilo dan untuk daerah Tapanuli Bagian Selatan Buah Naga belum cukup dikenal masyarakat sehingga butuh di sosialisasikan. Disamping Buah Naga yang di budidadayakan juga ada Jagung berkwalitas, Jeruk dan Sawi merah.

Menurut Ka.UPT  BBI Propinsi Sumut wilayah Kecamatan Arse Sipirok Bahruddin Siregar kendala yang kerap dihadapi adalah kurangnya debit air untuk kebutuhan tanaman, pihaknya sedang mengupayakan solusi untuk memenuhi kebutuhan air yang cukup agar hasil tanaman dapat lebih berkwalitas nantinya. (Mubin) 

keterangan gambar : Lahan Budidaya Buah Naga yang sedang  di kembangkan oleh UPT  BBI Propinsi Sumut wilayah Kecamatan Arse Sipirok

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar